Notification

×

Iklan

Iklan

Bupati Pasaman Berikan Apresiasi kepada GemPas Sumatera Utara

20 Mei 2021 | 12:28 WIB Last Updated 2021-05-22T05:30:32Z



Pasaman -- Apresiasi atau penghargaan yang tinggi diberikan oleh Bupati Pasaman H. Benny Utama kepada adik - adik mahasiswa Pasaman yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Pasaman (GemPas) Sumatera Utara, atas kepedulian mereka pada daerahnya.


Sesuai dengan keinginan adik - adik mahasiswa, sejak awal masuk kerja pasca dilantik pertengahan Februari 2021 kemaren, Bupati Pasaman Benny Utama telah menginstruksikan kepada seluruh Organisasi Perangkat Daerah di Pasaman untuk melakukan verifikasi data yang menjadi sasaran program masing-masing OPD. 


"Kita butuh data yang benar untuk menyusun kerangka kerja yang akan dilaksanakan, sebab dari data yang benar itulah, maka program kita bisa dikerjakan dengan benar,"ujar Bupati Benny Utama. 


Hal tersebut disampaikan Bupati, tepat pada momentum Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) saat menggelar audiensi dengan GemPas Sumatera Utara di ruang rapat Lt. II Kantor Bupati Pasaman, Kamis 20 Mei 2021. 


Diakui, selama ini masih ditemukan sejumlah data kependudukan yang tidak tepat, sehingga berpengaruh pada implementasi program yang dikucurkan pada masyarakat. 


"Hasil verifikasi dan validasi data yang sudah dilakukan tiga bulan terakhir, saat ini kita sudah memiliki data yang hampir seragam dengan Badan Pusat Statistik, dengan selisih angka relatif kecil, dibawah 100,"ungkap bupati. 


Terkait dengan informasi yang disampaikan GemPas, tentang penyaluran PKH, BLT, Bedah Rumah, BPJS dan bantuan sosial lainnya, Bupati mengatakan akan membentuk tim gabungan guna melakukan validasi ke seluruh nagari, dengan melibatkan unsur kepolisian (Babinkamtibmas) dan TNI (Babinsa) 


"Kita tidak ingin ada intervensi dan arogansi dalam penetapan keluarga penerima bantuan, sehingga nantinya tidak lagi dijumpai bantuan sosial yang tidak tepat sasaran di Kabupaten Pasaman,"ujarnya lagi. 


Bahkan untuk bantuan yang menyasar ke keluarga miskin, Pemkab Pasaman berencana akan memasang stiker Keluarga Kurang Mampu Penerima Bantuan, di pintu rumah masing-masing keluarga miskin tersebut. 


"Jika ada yang tidak berkenan atau merasa malu rumahnya dipasangi stiker, maka akan dicoret dari daftar penerima bantuan,"sebut bupati.  


Sementara Wakil Bupati Sabar AS dikesempatan audiensi tersebut, mengatakan bahwa fungsi adik - adik mahasiswa adalah sebagai agen perubahan, dengan fungsi sosial kontrol dan membawa gagasan cerdas bagi kemajuan daerah. 


"Pemkab Pasaman sekarang tidaklah anti kritik, dan kita membuka ruang yang seluas-luasnya bagi adik-adik mahasiswa untuk berdialog kapan saja,"kata wakil bupati. 


GemPas Sumatera Utara yang diwakili Fahrur Rozi, Husnul Khotimah, Riki Utumo dan Adi, mengungkapkan sejumlah permasalahan yang ditemui di masyarakat. 


Seperti halnya Fahrur Rozi Harahap, Alumni UMN Al-Wasliyah Medan menyampaikan bahwa masih ada BLT dan PKH di Kecamatan Padang Gelugur yang tidak tepat sasaran, dan minta Pemkab Pasaman untuk melakukan verifikasi data ulang.


Begitu juga Husnul Khotimah dan Riki Utomo, didaerah mereka Nagari Panti dan Kecamatan Rao, masih ada keluarga yang tidak berhak, malah mendapat bantuan pemerintah, sedangkan mereka yang pantas menerima justru tidak dapat menerima sama sekali bantuan pemerintah tersebut.


"Kami sudah tahu sepak terjang dan komitmen Pak Benny Utama, dan kami yakin keinginan Pak Bupati sama dengan keinginan kami mahasiswa, dan kami menunggu kiprah Pak Bupati untuk dapat membawa Pasaman ke arah yang lebih baik dan Bermartabat, sesuai dengan Visi nya,"ujar Fahrur Rozi. 


Sempat diungkapkannya tentang adanya pungutan liar oleh oknum pemerintahan nagari dalam pengurusan sertifikat prona di sejumlah nagari. 


Dan kepada OPD Pemkab Pasaman, GemPas minta untuk mau berkata jujur kepada Bupati dan Wakil Bupati, dan berharap Kepala OPD mau turun langsung ke lapangan guna melihat langsung kondisi rill yang ada ditengah - tengah masyarakat. 


Terakhir Fahrur Rozi menyatakan kesediaan GemPas Sumatera Utara untuk dilibatkan dalam setiap gerak pembangunan di Pasaman, dan jika diberi kesempatan, GemPas Sumatera Utara juga siap memberikan Bintek kepada perangkat nagari, bekerjasama dengan kementerian PDT. 


Di penghujung dialog, GemPas Sumatera Utara secara tegas minta kepada Bupati Pasaman untuk mencopot pejabat yang terindikasi korup di tubuh Pemkab Pasaman ini. (Dim)