Notification

×

Iklan

Iklan

Orasi di Wisuda Ke 123 UNP, Benny Utama Tawarkan Pembangunan Kampus UNP di Pasaman

27 Juni 2021 | 12:29 WIB Last Updated 2021-06-27T07:10:29Z



Padang -- Universitas Negeri Padang (UNP) menggelar wisuda ke-123 selama tiga hari 26-28 Juni 2021 di Auditorium Kampus Utama UNP Airtawar, Padang. Wisuda kedua tahun 2021 ini diikuti sebanyak 1.381 orang lulusan.


Jenjang DIII yang diwisuda sebanyak 92 orang, S1/ D4 Kependidikan 822 orang dan Non Kependidikan 359 orang, Magister 99 orang dan Doktor 9 orang.


Hari Pertama diikuti 369 orang berasal dari Pascasarjana dan Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP). Sedangkan pada hari kedua Minggu 27 Juni 2021 sebanyak 423 orang wisudawan berasal dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), Fakultas Ilmu Sosial (FIS) dan Fakultas Teknik (FT).


Sedangkan hari ketiga terdapat 455 orang berasal dari empat fakultas, yakni Fakultas Bahasa dan Seni (FBS), Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) dan Fakutas Ekonomi (FE) serta Fakultas Pariwisata dan Perhotelan (FPP).


Pagi ini, Mnggu (27/6) Bupati Pasaman H. Benny Utama sampaikan Orasi Ilmiah di acara Wisuda ke 122 Universitas Negeri Padang, bertempat di Auditorium UNP, Air Tawar. Padang.


Dihadapan wisudawan/ti, Bupati Benny Utama menyampaikan orasi tentang prioritas pembangunan Kabupaten Pasaman di bidang pendidikan, berikut ilustrasi dan kajiannya, sebagaimana telah dituang dalam RPJMD Pasaman 2021-2026, yang telah rampung disusun. 


Diantaranya, skema pemerataan pembangunan infrastruktur pendidikan, pendidikan gratis 12 tahun, beasiswa bagi mahasiswa berprestasi kurang mampu, serta peningkatan kualitas tenaga pendidik di sekolah-sekolah, termasuk menekankan bahwa "Pendidikan adalah Cara Pintar memghapus Kemiskinan."


Turut dijajaki rencana pembangunan Kampus UNP di Kabupaten Pasaman, yang disambut baik Rektor UNP Prof. Genefri. 


Dikatakan Rektor, UNP akan segera menurunkan tim untuk melakukan survey lokasi ke Kabupaten Pasaman. 




Sebelumnya, Rektor UNP Prof. Ganefri, Ph.D  menyampaikan bahwa wisuda UNP periode ke-123 ini, menerapkan protokol kesehatan yang ketat, mengingat makin meningkatknya kasus Covid-19 di beberapa wilayah di Indonesia, termasuk Provinsi Sumatera Barat.


Salah satu upaya menjaga prokes itu, menjadikan tiga hari pelaksanaan wisuda yang sebenarnya bisa digelar 2 hari. Selain itu, pihaknya meningkatkan pemeriksaan bebas Covid-19 dari test rapid antibody menjadi test rapid antigen terhadap setiap peserta dan panitia wisuda, pimpinan UNP dan fakultas, pimpinan senat dan para tamu.


“Satpam dan wartawan peliput juga melewati test rapid antigen oleh Tim Kesehatan Poliklinik UNP yang juga bagian dari Satgas Covid-19 UNP. Pmeriksaan untuk peserta dilakukan satu hari jelang hari H wisuda, di Kampus FIK Lubuk Buaya Padang,” jelas Ganefri.


Wisuda UNP periode ke-123 ini, kata Ganefri, sudah mendapat izin dari Satgas Covid-19 Kota Padang dan Provinsi Sumatera Barat.(rel)