Notification

×

Iklan

Iklan

Catatan Masa Kecil di Biespenantanan dan Zaman Modern di Kota Padang Panjang

28 April 2022 | 10.03 WIB Last Updated 2022-04-28T03:05:40Z
Oleh : Sulaiman Juned (*



aku
ingin mengenang catatan suka
dan duka yang tertera di kening kehidupan
Abi dan Mak berjuang memberikan
cahaya dalam ruang zikir
pikir.

: tentang mencari dan memberi yang terbaik.

aku
ingin mengenang catatan suka
dan duka lima puluh tahun silam, di tahun 70-an tertera getir dan pahit di setiap
lekuk kehidupan jadi ingatan untuk pelajaran;
di seluruh Gayo, tak ada wangi bunga kopi
melekat di ranting dan dahan, meredupkan matahari oleh wabah hama kopi
pekatkan nasib setiap
orang.

: orang-orang bertahan dengan merebus
  pisang muda untuk hidup.

aku
ingin mengenang catatan suka
dan duka yang tertera di kening kehidupan
persis di pagi ini, dua puluh tujuh Ramadan:
Abi dan Mak membangunkan aku, kakak, abang dan adikku, menikmati sahur segelas air hangat bening dan pisang muda rebus yang telah ditumbuk adalah suatu kebahagian, kitapun saling berbagi tak pernah berkelahi. Abi dan Mak membagikan baju dan celana lebaran yang dijahitinya dari peninggalan kain-kain perca berwarna-warni bekas potongan kain setahun yang lalu. Jadilah pakaian kami seperti pelangi, 
tetaplah bangga masih dapat memakai
baju baru. Kini kumaknai usahanya
bentuk tanggung jawab
tak henti buat si buah 
hati. 

: orang-orang lebaran tahun itu tak ada 
  memesan jahitan baju di kedai kami.

aku
ingin mengenang catatan suka
dan duka di kening kehidupan. Ini pagi
aku bangunkan anakku, menikmati sahur seadanya. Baju lebaranmu tahun ini tak usah kita beli, pakai saja yang di beli mamakmu tahun lalu. Lebaran tahun ini sarat dengan 
kepedihan. Namun tetaplah bahagia
menyambutnya dengan suka cita
dihari nan fitri nanti
agar kembali
ke suci.

: gaji Abimu biarlah habis
  untuk membeli minyak
  goreng dan kebutuhan
  pokok yang melambung
  tinggi.

Ah!

-Padang Panjang, 28 April 2022 M/ 27 Ramadan 1443 H

Biodata Singkat:

*) Sulaiman Juned, sastrawan, esais, kolumnis, dramawan, sutradara teater. Dosen/ Ketua Prodi Seni Teater ISI Padangpanjang, dan Dosen Pascasarjana (S2) ISI Padangpanjang. Pendiri/Penasihat Komunitas Seni Kuflet Padangpanjang. Puisinya tersebar di seluruh Media baik lokal, nasional dan internasional. Barusan menerbitkan antologi puisi terbarunya bertajuk SURAT DI MUSIM TA'EN. Bersama teater Kuflet juga telah pentas di seluruh Indonesia, Asia Tenggara, Asia dan Eropa.
×
Berita Terbaru Update