Notification

×

Iklan

Iklan

Seniman Lintas Komunal Bakal Berkolaborasi di Pakan Nan Tumpah ke 6

30 Juni 2022 | 15.54 WIB Last Updated 2022-07-01T03:02:27Z


Padang, pasbana – Kolaborasi banyak seniman akan tersaji di Pakan Nan Tumpah ke 6 yang dihelat pada 1 hingga 7 Juli 2022 di Taman Budaya Sumatera Barat dengan tema “Pandemi Hahahihi Lain Sakit Lain Diobati”.


Mahatma Muhammad salah seorang kurator mengatakan, Pakan Nan Tumpah ini akan menampilkan karya-karya dari berbagai seniman dalam lintas komunal yang tercipta pada saat masa pandemi, sehingga karya tersebut tidak bisa dinikmati oleh masyarakat.


“Ini karya berbagai seniman dalam lintas komunal didukung Sumbar Kreative Forum setelah dua tahun pandemi menenggelamkan pengkarya, festival  komunal dalam membangkitkan ekosistem dan bentuk budaya dengan konsep tematik dan independen yang melekat di diri seniman,” ungkap Mahatma , Rabu (29/06/2022).


Dijelaskan Mahatma gelaran PakanNan Tumpah yang akan berlangsung dari tanggal 1 hingga 7 Juli 2022 itu merupakan gelaran yang ke 6.Sejak awal digelar, Pakan Nan Tumpah tidak pernah bergantung dari dana pemerintah daerah maupun sponsor. 


“Karena Pakan Nan Tumpah ini sejak awal. mengedepankan kemandirian, biar ini kerja gila dari pada kami memanggul kepentingan politik,” imbuhnya.


Seniman pada Pakan Nan Tumpah dengan tema “Pandemi Hahahihi Lain Sakit Lain Diobati” merespon ruang di Taman Budaya yang banyak terbengkalai di komplek yang dikenal oleh khalayak ramainsebagai homebasenya para seniman di Sumbar.


Kurator Rijal Tamenan didampingi Yuniza dan Pengarah Sumbar Kreative Forum M Zuhrizul dengan Ketua Sumbar Kreative Forum Adek Kupi Batigo mengatakan gelaran Pandemi Hahahihi ada 34 pengkarya berkolaborasi pada pekan seni komunal ini. 


“Banyak karya seni yang dipajang dan disajikan, ada seni rupa, seni pertunjukan dan bahkan musik jalanan. Ada gagasan artistik sebagai kumpulan variabel tematik kutarial ada dua sifat dari Lain Sakit Lain Diobati, karya akan menghubungi berkesesuaian dengan fakta dalam isu pandemi dua tahun terkahir,” ujar Rijal Taneman


Dampak pandemi dua tahun ini terjadi pergeseran prilaku dan lahirkan moral baru yang etik dan estetik.


“Dan masa pandemi telah melahirkan landscape seni Sumbar baru dan tidak lari dati tematik, tajam ia, tapi aktualnya ada seni antara tragedi dan selebrasi yang mampu mengerakan dinamika menumbuhkan simpati dan empati,” ujar Rijal yang mengajak penikmat karya seniman untuk menyaksikan Pekanan Tumpah di Taman Budaya. 


Seni berkesenian kata Rijal adalah jalur memberikan pengetahuan yang banyak dan ada ekspresi pengkarya lewat karya-karyanya. 


M Zuhrizul mengapresiasi letupan pengkarya dalam Pekanan Tumpah Pandemi Hahahihi yang telah terkungkung berkarya karena masa pandemi dan itu bisa dinikmati di Komplek Taman Buday yang disebut Mahatam telah menjadi kuburan kebudayaan karena keterbengkalaian pembangunan  fisiknya. 


“Ledakan karya itu, ayo kita nikmati pada 1-7 Juli 2022 di Taman Budaya, beli tiketnya. Pekanan Tumpah yang merupakan gelaran kolaborasi memanfaatkan space luas di Taman Budaya itu. Ini adalah Pakanan Tumpah adalah tumpahan imijinasi seniman Sumbar dan menjadi nilai wisata perdaban Sumbar kedepan, karena pariwisata trend kedepan adalah dibalut dengan kekayaan budaya,” pungkasnya. (Rel) 


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

×
Berita Terbaru Update