Limapuluh Kota, pasbana – Di bawah langit Limapuluh Kota yang teduh, deru operasional dapur bukan sekadar aktivitas rutin menyiapkan hidangan. Di balik uap nasi dan aroma masakan, terselip sebuah misi besar yang sedang dijaga. Rabu (28/01/2026), AKBP Syaiful Wachid, S.H., S.I.K., M.H., melangkah melampaui tugas konvensionalnya sebagai penjaga keamanan. Di jantung Limapuluh Kota, ia hadir untuk memastikan bahwa setiap porsi makanan yang tersaji adalah fondasi kokoh bagi anak-anak yang kelak akan memimpin bangsa.
Langkahnya tertuju pada Aula Kantor Dinas Pangan Kabupaten Lima Puluh Kota. Kehadirannya bukan sekadar kunjungan kerja biasa, melainkan sebuah ikhtiar bertajuk "Wakuntoh" (Waktu Kunjung Tokoh) untuk memastikan Program Nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) berjalan tanpa celah di wilayah hukumnya.
Dalam audiensi yang hangat namun penuh penekanan tersebut, Kapolres 50 Kota menegaskan bahwa peran Polri kini bertransformasi menjadi garda terdepan dalam mendukung Asta Cita Presiden RI. Baginya, setiap asupan nutrisi yang sampai ke tangan anak-anak hari ini adalah investasi nyata untuk menyongsong Indonesia Emas 2045.
Didampingi jajaran Pejabat Utama Polres 50 Kota, AKBP Syaiful berdialog langsung dengan Kepala Dinas Pangan Yunire, M.Si, serta para pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) se-Kabupaten Lima Puluh Kota. Ia mengingatkan bahwa niat tulus dan tanggung jawab adalah kunci utama dalam menjalankan program ini.
Secara mendalam, isu-isu krusial seperti sertifikasi halal, fluktuasi harga pangan, hingga tantangan geografis di 43 titik SPPG dibahas satu per satu. Kapolres menekankan agar para penyelenggara bekerja sesuai SOP yang ketat, menjaga transparansi, dan tetap terbuka terhadap kritik masyarakat. Ia memastikan Polres 50 Kota siap memberikan dukungan pengamanan distribusi dan mitigasi risiko agar tidak ada kendala yang menghambat hak gizi anak-anak.
Pertemuan yang berlangsung selama hampir dua jam ini menjadi simbol sinergi lintas sektor yang kuat. Dengan komitmen pada langkah preemtif dan preventif, ikhtiar ini diharapkan menjadi pondasi kokoh bagi lahirnya generasi yang sehat dan cerdas.
Seiring berakhirnya lagu "Padamu Negeri" yang berkumandang syahdu di aula tersebut, sebuah pesan kuat tertinggal, bahwa pengawalan terhadap program pangan adalah pengawalan terhadap keberlangsungan bangsa itu sendiri.
Kepala Dinas Pangan, Yunire, memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif Polri yang turun langsung ke lapangan.
"Kami sangat berterima kasih atas kunjungan dan perhatian Bapak Kapolres. Kehadiran jajaran Polres 50 Kota memberikan penguatan moril serta bimbingan bagi kami, terutama dalam mengantisipasi potensi gangguan agar distribusi gizi untuk anak-anak kita tidak terhambat," pungkasnya. (BD)




