Notification

×

Iklan

Iklan

Dari Lembah Minangkabau ke Dunia: Harum Minyak Atsiri Sumatera Barat Menembus Pasar Global

12 Januari 2026 | 20:56 WIB Last Updated 2026-01-12T13:56:00Z


Pasbana - Di balik hijaunya perbukitan dan sawah yang membentang di Sumatera Barat, tersimpan aroma khas yang telah lama menembus batas negara. Bukan kopi, bukan pula rempah dapur, melainkan minyak atsiri—emas cair berbasis alam yang kini semakin diperhitungkan di pasar dunia.

Dua nama paling harum dari Ranah Minang adalah minyak nilam dan minyak sereh wangi. Keduanya bukan hanya menopang ekonomi lokal, tetapi juga menjadi bagian penting dari rantai pasok industri parfum, kosmetik, hingga produk rumah tangga global.

Nilam: Minyak Kecil dengan Reputasi Dunia


Indonesia dikenal sebagai raja minyak nilam dunia, memasok hingga 90 persen kebutuhan global. Dan Sumatera Barat menjadi salah satu daerah yang disebut-sebut memiliki kualitas nilam terbaik di tanah air.

Minyak nilam—atau patchouli oil—adalah bahan kunci dalam industri parfum internasional. Karakter aromanya yang hangat dan tahan lama menjadikannya “pengikat aroma” yang sulit tergantikan. Tak heran, minyak ini diburu rumah-rumah parfum ternama di Eropa dan Amerika.

Di beberapa sentra produksi di Sumatera Barat, petani masih menyuling nilam secara tradisional, namun dengan standar kualitas yang kian membaik. Inilah yang membuat minyak nilam asal daerah ini memiliki nilai jual tinggi di pasar ekspor.

Sereh Wangi: Dari Dapur Desa ke Rak Supermarket Dunia


Jika nilam identik dengan parfum kelas dunia, maka minyak sereh wangi (citronella oil) adalah bintang serba guna. Aromanya segar, tajam, dan bersih—akrab di hidung siapa saja.

Di berbagai daerah seperti Nagari Kasang dan Payakumbuh, sereh wangi dibudidayakan dan disuling menjadi minyak atsiri berkualitas. Produk turunannya pun dekat dengan kehidupan sehari-hari: pengharum ruangan, pewangi kain, sabun, sampo, losion, hingga pengusir serangga alami.

“Dari kebun ke botol,” begitulah perjalanan sereh wangi Sumatera Barat—sederhana, tapi bernilai tinggi.

Angka yang Berbicara: Potensi Ekspor Sumatera Barat


Data perdagangan menunjukkan bahwa Sumatera Barat masuk dalam sembilan besar provinsi pengekspor minyak atsiri di Indonesia.

Sepanjang tahun 2024, volume ekspor minyak atsiri dari provinsi ini mencapai 150,96 ton, dengan nilai FOB sekitar 10,299 juta dolar AS.

Tujuan ekspornya pun beragam dan prestisius: Singapura, Amerika Serikat, Spanyol, Prancis, Swiss, hingga Inggris—negara-negara yang dikenal ketat soal standar mutu.

Angka-angka ini menegaskan satu hal: minyak atsiri Sumatera Barat bukan sekadar komoditas daerah, melainkan pemain global.

Harum yang Menjanjikan Masa Depan


Tantangan tentu masih ada—mulai dari teknologi penyulingan, konsistensi kualitas, hingga akses pembiayaan bagi petani dan UMKM. Namun dengan kekayaan alam, pengalaman turun-temurun, serta permintaan global yang terus tumbuh, minyak atsiri Sumatera Barat memiliki masa depan cerah.

Dari ladang kecil di Minangkabau, aroma itu kini berkelana jauh—mengisi botol parfum mahal di Paris, sabun alami di London, hingga produk ramah lingkungan di Amerika.

Dan siapa sangka, semua bermula dari daun yang disuling dengan kesabaran. Makin tahu Indonesia.
(*)

IKLAN

×
Kaba Nan Baru Update