Payakumbuh, pasbana – Upaya menyusun arah pembangunan yang partisipatif dan berkelanjutan, Kelurahan Tiakar, Kecamatan Payakumbuh Timur, menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kelurahan pada Selasa (13/01/2026). Bertempat di Kantor Lurah Tiakar, forum ini menjadi ruang bagi warga untuk menentukan masa depan wilayahnya.
Lurah Tiakar, Benni, S.H., dalam sambutannya menekankan bahwa Musrenbang bukan sekadar agenda rutin tahunan, melainkan jembatan vital antara kebutuhan masyarakat dengan kebijakan pemerintah. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak hanya mengusulkan, tetapi juga aktif mengawal setiap tahapan pembangunan.
"Musrenbang ini adalah ruang bagi kita semua untuk menyampaikan aspirasi, berdiskusi, dan menentukan prioritas pembangunan yang benar-benar dibutuhkan oleh masyarakat Kelurahan Tiakar," ujar Benni.
Ia juga berpesan agar masyarakat mengedepankan gagasan yang konstruktif dan semangat kebersamaan. Hal ini penting agar pembangunan yang dihasilkan nantinya dapat dirasakan secara merata dan berkeadilan oleh seluruh warga Tiakar.
Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Camat Payakumbuh Timur, Hepi, S.IP., M.M., yang secara resmi membuka acara. Dalam arahannya, Camat mengingatkan agar usulan yang lahir dari Rembuk RW dipilah menjadi lima usulan prioritas untuk dibawa ke tingkat kecamatan.
Camat juga menekankan pentingnya menyelaraskan usulan lokal dengan program strategis nasional, seperti
pengendalian inflasi dan penanggulangan kemiskinan ekstrem, percepatan penurunan stunting, pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG), dan penguatan Koperasi Merah Putih.
Turut hadir dalam forum tersebut Wakil Ketua DPRD Kota Payakumbuh, Hj. Hurisna Jamhur, S.Pd., bersama sejumlah Anggota DPRD Dapil III lainnya. Meski pemerintah tengah melakukan efisiensi anggaran pada tahun 2026, pihak legislatif memastikan akan tetap mengawal aspirasi masyarakat melalui Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) DPRD.
"Alhamdulillah, pada tahun 2026 ini terdapat satu Pokir DPRD yang akan direalisasikan di Kelurahan Tiakar," ungkap Hj. Hurisna.
Ia pun meminta pihak kelurahan untuk mengklasifikasikan usulan dengan jelas agar penyaluran bantuan, baik berupa fisik, hibah, maupun pemberdayaan, dapat dilakukan secara tepat sasaran.
"Dengan terlaksananya Musrenbang ini, diharapkan Kelurahan Tiakar mampu menghasilkan perencanaan pembangunan yang terukur dan realistis, demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh," urainya. (BD)




