Padang , pasbana— Pemerintah Kota Padang mempercepat agenda revitalisasi Sungai Batang Arau dan penguatan transportasi ramah lingkungan melalui kerja sama dengan Pemerintah Jerman. Hal tersebut dibahas dalam rapat virtual antara Wali Kota Padang Fadly Amran dan Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) RI, Rabu (28/1/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Fadly Amran menjelaskan bahwa revitalisasi Sungai Batang Arau akan menjadi bagian penting dari pengembangan kawasan kota tua Padang. Berdasarkan rekomendasi lembaga kerja sama Jerman, GIZ, solusi utama pengendalian pencemaran sungai diarahkan pada pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) terpusat menggunakan teknologi Moving Bed Biofilm Reactor (MBBR).
Teknologi ini dinilai efisien dan berkelanjutan karena memanfaatkan media khusus sebagai tempat bakteri pengurai polutan, dengan sistem jaringan limbah yang sepenuhnya terpisah dari drainase air hujan. “IPAL ini dirancang melayani sekitar 99.000 jiwa dengan kurang lebih 8.000 sambungan rumah. Teknologi MBBR efektif untuk limbah domestik dan relatif ramah lingkungan,” ujar Fadly.
Selain isu lingkungan, rapat juga menyoroti upaya pengurangan emisi melalui penguatan transportasi publik berbasis listrik. Pemerintah Kota Padang mengajukan penambahan armada Bus Trans Padang berbasis baterai.
Mengacu pada kajian GIS CINA, kebutuhan ideal armada mencapai 49 unit, terdiri dari 32 unit untuk Koridor 1 dan 17 unit untuk Koridor 2. Hingga awal 2026, armada yang beroperasi baru 32 unit, sehingga masih dibutuhkan tambahan 17 bus untuk mendukung layanan transportasi publik yang lebih optimal dan rendah emisi.
Langkah ini sejalan dengan komitmen nasional dalam pengendalian pencemaran lingkungan dan pengembangan kota berkelanjutan.(*)




