Notification

×

Iklan

Iklan

Pembangunan Huntap Penyintas Banjir Bandang di Padang Dimulai, Sasar 543 KK

29 Januari 2026 | 15:16 WIB Last Updated 2026-01-29T08:16:06Z


Padang, pasbana – Pemerintah Kota Padang resmi memulai pembangunan Hunian Tetap (Huntap) bagi penyintas bencana hidrometeorologi. Pembangunan perdana dilakukan di Kampung Talang, Koto Tuo, Kelurahan Kapalo Koto, Kecamatan Pauh, Kamis (29/1/2026), ditandai dengan peletakan batu pertama.

Proyek ini menjadi Huntap pertama di Sumatera Barat yang khusus dibangun untuk korban banjir dan banjir bandang. Pada tahap awal, sebanyak 10 unit rumah akan dibangun untuk 10 kepala keluarga terdampak bencana.

Pembangunan Huntap terlaksana melalui kolaborasi Kadin Indonesia bersama Kadin Sumbar, Pemerintah Kota Padang, PT Semen Padang, BUMN dan BUMD, TNI/Polri, serta dukungan donatur. Wali Kota Padang Fadly Amran mengapresiasi peran niniak mamak Suku Tanjuang yang menghibahkan lahan demi kepentingan warga terdampak.

“Ini langkah awal pemulihan pascabencana. Kolaborasi semua pihak sangat menentukan agar warga bisa kembali hidup aman dan layak,” kata Fadly Amran.

Untuk memenuhi kebutuhan total 543 unit Huntap, Pemko Padang telah menyiapkan tiga lokasi tambahan, yakni Balai Gadang seluas 4,9 hektare, Lambung Bukit sekitar 4,6 hektare, serta Simpang Haru seluas 5.000 meter persegi. Total lahan 11–12 hektare tersebut diproyeksikan mampu menampung 600–700 unit rumah.

Terkait keamanan, Fadly memastikan seluruh lokasi telah mendapat rekomendasi Badan Geologi dan dinyatakan layak bangun. Pemko Padang juga tengah menyusun kajian akademis bersama perguruan tinggi untuk penetapan zona rawan bencana, guna mencegah pembangunan hunian di wilayah berisiko tinggi.(*)

IKLAN

×
Kaba Nan Baru Update