Agam, pasbana - Masyarakat Agam kembali memiliki akses penghubung vital setelah enam jembatan darurat jenis Bailey dan Armco resmi dioperasikan, Rabu (28/1). Peresmian dipusatkan di Sungai Rangeh, Nagari Bayua, Kecamatan Tanjung Raya, sebagai bagian dari percepatan pemulihan infrastruktur pascabencana.
Enam jembatan tersebut tersebar di tiga kecamatan. Di Kecamatan Tanjung Raya dibangun satu jembatan Bailey dan tiga jembatan Armco. Sementara itu, Kecamatan Matur dan Kecamatan Canduang masing-masing memperoleh satu jembatan Bailey.
Sebelumnya, satu jembatan Armco di Kecamatan Malalak telah lebih dahulu rampung. Dengan demikian, total jembatan darurat yang selesai dibangun di Kabupaten Agam kini berjumlah tujuh unit.
Pengoperasian jembatan dilakukan oleh Kepala Staf Kodam (Kasdam) I/Bukit Barisan Brigjen TNI Heri Prakosa Ponco Wibowo, didampingi Pemerintah Kabupaten Agam yang diwakili Sekretaris Daerah, Dr. Mhd. Lutfi, serta unsur terkait lainnya.
Pemerintah menegaskan pembangunan jembatan darurat ini merupakan bentuk kehadiran negara dalam menjamin keselamatan dan kelancaran aktivitas masyarakat setelah bencana. “Pemulihan akses penghubung menjadi prioritas agar masyarakat tidak terisolasi dan kegiatan sosial-ekonomi dapat segera berjalan normal,” ujar perwakilan pemerintah daerah.
Dengan tersambungnya kembali jalur transportasi antarwilayah, mobilitas warga, distribusi logistik, serta aktivitas ekonomi lokal diharapkan kembali stabil dan berkelanjutan.(*)




