Notification

×

Iklan

Iklan

Buah Tarab Kembali Ditemukan di Suliki Baruah, Biji Gurihnya Jadi Daya Tarik Flora Langka

04 Februari 2026 | 14:43 WIB Last Updated 2026-02-04T07:53:29Z


Lima Puluh Kota, pasbana— Masyarakat Nagari Suliki Baruah, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat, kembali menemukan keberadaan buah Tarab, salah satu flora langka khas Nusantara yang kini semakin jarang dijumpai. 

Buah yang juga dikenal dengan nama terap atau pedalai ini ditemukan tumbuh alami di kawasan perbukitan dan hutan sekunder di sekitar permukiman warga.

Tarab merupakan tanaman dari famili Moraceae, satu kelompok dengan nangka dan sukun. Secara visual, buah ini mudah dikenali dari kulitnya yang ditumbuhi rambut halus dan bentuknya yang cenderung bulat hingga lonjong. Meski sekilas mirip nangka, karakter Tarab cukup berbeda, baik dari tekstur maupun cita rasanya.




Menurut warga setempat, daging buah Tarab umumnya kurang diminati karena teksturnya lembek dan rasanya tidak terlalu manis. Namun, daya tarik utama buah ini justru terletak pada bijinya. Biji Tarab dikenal memiliki rasa gurih dan aroma khas, terutama setelah diolah dengan cara disangrai atau digoreng tanpa minyak berlebih.

“Biji Tarab kalau disangrai rasanya mirip kacang, gurih dan wangi. Itu yang dicari orang,” ujar salah seorang warga Suliki Baruah yang masih rutin mengolah buah tersebut secara tradisional.

Keberadaan Tarab yang kian jarang ditemukan menjadi perhatian tersendiri. Data dari berbagai kajian kehutanan menunjukkan bahwa hilangnya habitat alami akibat alih fungsi lahan menjadi salah satu penyebab menurunnya populasi tanaman hutan lokal, termasuk Tarab. 




Dinas terkait juga menilai bahwa flora endemik seperti Tarab memiliki nilai penting, tidak hanya dari sisi pangan alternatif, tetapi juga sebagai bagian dari kekayaan biodiversitas daerah.

“Tanaman hutan lokal perlu didata dan dijaga. Selain berpotensi sebagai sumber pangan, ini juga bagian dari identitas ekologi daerah,” kata seorang pejabat kehutanan setempat.

Penemuan kembali buah Tarab di Suliki Baruah diharapkan dapat mendorong upaya pelestarian hutan serta meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga flora asli daerah. 

Selain itu, Tarab juga berpotensi dikembangkan sebagai bahan edukasi lingkungan dan pangan lokal berbasis keanekaragaman hayati. Makin tahu Indonesia. (*)

IKLAN

×
Kaba Nan Baru Update