Payakumbuh, pasbana – Di tengah gegap gempita perayaan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 yang berpijak di tanah Banten, sebuah harmoni tercipta dari sudut Kota Payakumbuh. Bukan tentang instrumen medis, melainkan sebuah apresiasi tulus yang mengalir dari dr. Efriza Naldi, Sp. OG. Sosok di balik RSKIA Sukma Bunda ini melihat bahwa di balik derap langkah para jurnalis, ada napas yang sama dengan dunia kedokteran, yakni kemanusiaan.
Bagi dr. Efriza, pena dan stetoskop adalah dua instrumen yang semestinya beradu dalam simfoni yang indah. Jika stetoskop bertugas mendeteksi detak jantung, maka pena jurnalis menjaga detak kewarasan publik melalui informasi. Dalam momentum HPN tahun ini, ia menegaskan bahwa kualitas informasi bukan sekadar konsumsi, melainkan fondasi bagi masyarakat yang sehat secara intelektual.
"Mari kita jadikan momentum HPN di Banten tahun ini sebagai penguat komitmen dalam menyajikan berita yang edukatif, faktual, dan berimbang. Pers sehat, ekonomi berdaulat, bangsa kuat," ujar dr. Efriza dengan nada optimisme saat ditemui di Payakumbuh, Selasa (3/2/2026).
Di era saat air bah informasi kerap menenggelamkan kebenaran, dr. Efriza meyakini peran jurnalis sebagai penyaring utama menjadi kian krusial. Baginya, berita yang akurat adalah obat karena memiliki daya selamat yang setara dengan tindakan medis dalam menjaga masyarakat dari paparan hoaks yang menyesatkan.
Meski perayaan besar berpusat di Banten, batin dr. Efriza tetap tertaut pada perjuangan rekan-rekan media di akar rumput, khususnya di Payakumbuh. Ia berharap api konsistensi dalam menyuarakan kebenaran tak pernah padam, merambat dari lorong-lorong daerah hingga ke panggung nasional.
"Semoga pers Indonesia, khususnya di Payakumbuh, terus konsisten menyuarakan kebenaran dan menjadi mitra kritis dalam pembangunan," tambahnya dengan penuh harap.
Menutup perbincangan, sebuah asa disematkan agar kolaborasi antara praktisi kesehatan dan kuli tinta terus terjalin erat. Sebab, dengan pers yang sehat dan kritis, pembangunan di segala sektor, termasuk kesehatan ibu dan anak, akan senantiasa melaju di jalur yang tepat demi menjemput masa depan Indonesia yang lebih cerah. (BD)




