Notification

×

Iklan

Iklan

Pariwisata Bangkit: Wisman Tumbuh Dua Digit, Target Pemerintah Terlampaui

02 Februari 2026 | 15:04 WIB Last Updated 2026-02-02T08:04:49Z


Pasbana - Angin segar kembali berembus dari sektor pariwisata nasional. Setelah sempat terpuruk dihantam pandemi dan gejolak global, Indonesia perlahan tapi pasti kembali menjadi magnet bagi wisatawan mancanegara. Data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, sepanjang 2025 kunjungan wisatawan asing ke Tanah Air tumbuh 10,8 persen secara tahunan (year-on-year/YoY)—sebuah sinyal pemulihan yang makin solid.

Puncaknya terjadi pada Desember 2025, ketika jumlah kunjungan wisman menembus sekitar 1,4 juta orang. Angka ini melonjak 14,4 persen dibandingkan Desember tahun sebelumnya, dan bahkan naik 17,3 persen secara bulanan (month-to-month/MoM). Libur akhir tahun tampaknya kembali menjadi “musim panen” bagi industri pariwisata.

Secara kumulatif, sepanjang 2025 Indonesia menerima sekitar 15,4 juta kunjungan wisman. Capaian ini berada di tengah rentang target pemerintah yang dipatok di kisaran 14–16 juta wisatawan. Artinya, target bukan sekadar didekati, tetapi benar-benar tercapai.

Di balik angka-angka itu, ada cerita yang lebih besar. Pariwisata bukan hanya soal jalan-jalan dan foto Instagram. Setiap kedatangan wisatawan membawa efek domino bagi perekonomian: hotel terisi, restoran hidup, UMKM bergerak, hingga transportasi dan ekonomi kreatif ikut bergairah. Singkatnya, wisman adalah “tamu” yang juga membawa devisa.

Kenaikan yang konsisten ini juga menandakan kepercayaan dunia internasional terhadap Indonesia mulai pulih. Stabilitas keamanan, konektivitas penerbangan yang membaik, hingga promosi destinasi unggulan tampaknya mulai menemukan momentumnya. Dari Bali hingga destinasi super prioritas lainnya, roda pariwisata kembali berputar.

Tantangannya kini bukan lagi sekadar mengejar jumlah, tetapi menjaga kualitas. Bagaimana pengalaman wisatawan tetap nyaman, berkelanjutan, dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat lokal. Jika itu terjaga, pariwisata Indonesia tak hanya bangkit—tapi bisa melaju lebih kencang ke depan.
(*)

IKLAN

×
Kaba Nan Baru Update