Notification

×

Iklan

Iklan

Sawahlunto Dorong Limbah Batu Bara Jadi Perhiasan Bernilai Tinggi, Bidik Pasar Global

11 Februari 2026 | 07:30 WIB Last Updated 2026-02-11T05:33:08Z


Sawahlunto, pasbana — Pemerintah Kota Sawahlunto membuka peluang pengembangan ekonomi kreatif berbasis pemanfaatan limbah batu bara menjadi produk perhiasan bernilai jual tinggi. Hal ini mengemuka dalam audiensi Wali Kota Sawahlunto, Riyanda Putra, dengan pemilik industri kreatif Legam Jewelry, Alvinska Octaviana.

Dalam pertemuan tersebut, Alvinska menyampaikan bahwa permintaan pasar terhadap perhiasan berbahan limbah batu bara terus meningkat. Peningkatan itu terlihat dari penjualan daring serta respons positif pada berbagai pameran, baik di dalam negeri maupun luar negeri. “Pasarnya tidak hanya domestik, tapi juga Eropa. Ini menunjukkan potensi yang cukup kuat untuk dikembangkan lebih luas,” ujarnya.

Saat ini, Legam Jewelry telah menggandeng pengrajin limbah batu bara di Sawahlunto yang sebelumnya memproduksi cenderamata. Para pengrajin tersebut kini diarahkan memproduksi komponen aksesoris perhiasan, sementara proses finishing dilakukan di studio Legam Jewelry di Bandung untuk menjaga standar kualitas.

Menurut Alvinska, penguatan rantai produksi di Sawahlunto berpotensi menciptakan lapangan kerja baru, meningkatkan pendapatan pengrajin, sekaligus memperkuat citra Sawahlunto sebagai kota kreatif yang mampu mengolah warisan tambang menjadi produk ekonomi modern.

Menanggapi hal itu, Wali Kota Riyanda Putra menyatakan dukungan penuh. Pemerintah daerah, kata dia, siap menindaklanjuti melalui pelatihan pengrajin, workshop, pemanfaatan Balai Latihan Kerja (BLK), hingga penguatan jejaring kreatif melalui creative hub di desa dan kelurahan.

 “Targetnya, manfaat ekonomi bisa dirasakan lebih luas oleh masyarakat,” ujar Riyanda.

Langkah ini dinilai sejalan dengan upaya transformasi ekonomi Sawahlunto pascatambang menuju sektor kreatif yang berkelanjutan dan berdaya saing global.(*)

IKLAN

×
Kaba Nan Baru Update