Payakumbuh, pasbana— Pemerintah Kota Payakumbuh menetapkan lima prioritas utama pembangunan daerah tahun 2027 dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD 2027 sekaligus Rembuk Stunting 2026 di Aula Joserizal Zain, Balai Kota Payakumbuh.
Wali Kota Payakumbuh, Zulmaeta, melalui Wakil Wali Kota Elzadaswarman, menegaskan forum ini menjadi langkah strategis menyelaraskan perencanaan pembangunan dari tingkat kelurahan hingga kota, agar sejalan dengan arah kebijakan provinsi dan nasional.
“Pertumbuhan ekonomi Payakumbuh tahun 2025 mencapai 3,55 persen, lebih tinggi dari Sumatera Barat 3,37 persen, namun masih di bawah nasional 5,11 persen,” ujar Elzadaswarman. Ia menambahkan, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) mencapai 81,62, tingkat kemiskinan 4,95 persen, pengangguran 4,96 persen, indeks gini 0,271, dan PDRB per kapita Rp66,03 juta.
Tahun 2027 menjadi tahun ketiga pelaksanaan RPJMD 2025–2029, dengan lima prioritas utama: peningkatan kualitas SDM, penguatan ekonomi berbasis inovasi dan produk unggulan, tata kelola pemerintahan yang bersih dan akuntabel, penguatan nilai sosial budaya berbasis ABS-SBK, serta pembangunan infrastruktur berwawasan lingkungan.
Pemko juga mendukung program nasional, seperti penanggulangan kemiskinan, ketahanan pangan, peningkatan pendidikan dan kesehatan, serta percepatan penurunan stunting.
Ketua DPRD Payakumbuh, Wirman Putra, menilai tema pembangunan sudah relevan, namun harus disesuaikan dengan kapasitas fiskal daerah. “RKPD harus realistis, terukur, dan berdampak langsung bagi masyarakat,” tegasnya.
Kegiatan ini dihadiri unsur Forkopimda, perwakilan Pemprov Sumbar, DPRD, serta tokoh masyarakat. (*)




