PADANG PANJANG, pasbana– Rangkaian Ujian Manajemen Seni Program Pascasarjana ISI Padang Panjang Tahun 2026 yang mengusung proyek bertajuk "ISU ISI" resmi ditutup pada Kamis (26/6) malam. Penutupan kegiatan akademik yang dipadukan dengan kreativitas seni tersebut berlangsung meriah melalui pemutaran film dan penampilan band, serta dihadiri jajaran dosen, mahasiswa, dan alumni.
Direktur Pascasarjana ISI Padang Panjang sekaligus dosen pengampu, Dr. Rasmida, S.Sn., M.Sn., menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh mahasiswa dan alumni yang telah terlibat dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut. Secara khusus, ia memberikan penghargaan kepada tim ASWARA Malaysia yang berhasil menampilkan pertunjukan teater yang memukau dan mendapat sambutan hangat dari para penonton.
Rasmida juga memberikan sejumlah catatan penting terhadap seluruh rangkaian program yang telah dilaksanakan. Menurutnya, setiap kegiatan, mulai dari talkshow, pertunjukan, hingga pameran, telah dirancang secara matang oleh mahasiswa sehingga mampu dipahami, dimaknai, dan diapresiasi oleh masyarakat secara lebih luas.
"Kesadaran kolektif seperti inilah yang menjadi langkah awal bagi kemajuan ISI Padang Panjang di masa mendatang," ujarnya.
Sementara itu, dosen pengampu yang juga Wakil Rektor III ISI Padang Panjang, Dr. Susasrita Loravianti, S.Sn., M.Sn., mengatakan bahwa kerja kreatif seperti ini harus terus dijaga dan dikembangkan karena mampu menjadi jembatan yang mempertemukan kalangan akademisi, seniman, dan pelaku UMKM.
Menurutnya, mata kuliah Manajemen Seni tidak hanya menjadi bagian dari proses pembelajaran, tetapi juga dapat berfungsi sebagai media promosi yang efektif dalam memperkenalkan ISI Padang Panjang kepada masyarakat luas.
Di kesempatan yang sama, dosen pengampu Dr. Sulaiman Juned, S.Sn., M.Sn., memberikan pesan inspiratif kepada mahasiswa Manajemen Seni dengan mengutip puisi karya Chairil Anwar.
"Kita telah lakukan apa yang kita bisa, namun kerja belum selesai, belum apa-apa."
Ia menegaskan bahwa ujian tersebut bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan langkah awal dalam proses berkarya.
"Ujian ini hanyalah awal dari perjalanan kreatif yang sesungguhnya. Teruslah berkarya dan tumbuh menjadi seniman yang memiliki kapasitas akademik sekaligus mampu memberi manfaat bagi masyarakat," ujar sastrawan sekaligus sutradara teater tersebut. (*/Soerya)






