Notification

×

Iklan

Iklan

Parade 100 Penyair Warnai Penutupan IMLF di Kaki Jam Gadang yang Genap Seabad

07 Juni 2026 | 20:37 WIB Last Updated 2026-06-07T13:37:40Z


BUKITTINGGI, pasbana — Suasana meriah menyelimuti kawasan Pedestrian Jam Gadang, Sabtu (6/6/2026), saat ratusan penyair dari berbagai penjuru turun ke jalan dalam Parade 100 Penyair — sebuah perayaan sastra yang sekaligus menandai penutupan International Minangkabau Literacy Festival (IMLF) ke-4.

Momen ini bukan sekadar penutupan festival biasa. Parade tersebut hadir sebagai bagian dari rangkaian peringatan 100 Tahun Jam Gadang, menandai satu abad keberadaan ikon budaya Minangkabau yang telah lama menjadi wajah Kota Bukittinggi di mata dunia.

Wakil Wali Kota Bukittinggi, Ibnu Asis, menegaskan bahwa Jam Gadang bukan sekadar bangunan tua. Menara jam ikonik itu telah bertransformasi menjadi simbol persatuan, warisan perjuangan sejarah, sekaligus motor penggerak pariwisata dan perekonomian warga.

"Semoga peringatan 100 Tahun Jam Gadang memberikan motivasi kuat bagi pemerintah untuk terus membangun Kota Bukittinggi, meningkatkan pelayanan publik, serta mewujudkan kesejahteraan masyarakat," ujarnya.

Ketua IMLF ke-4, Sastri Bakry, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Bukittinggi atas dukungan penuh yang menjadikan festival literasi bertaraf internasional ini berlangsung meriah dan berkesan.

"Terima kasih atas dukungan yang luar biasa, sehingga IMLF ke-4 dapat menjadi bagian bermakna dari peringatan 100 Tahun Jam Gadang," ungkapnya.

Kolaborasi antara pemerintah daerah dan komunitas literasi ini menjadi bukti bahwa seni, sastra, dan sejarah dapat berjalan beriringan — menghidupkan identitas budaya Minangkabau sekaligus memperkuat daya tarik Bukittinggi sebagai destinasi wisata dan budaya nasional. (/)**

IKLAN

×
Kaba Nan Baru Update