Notification

×

Iklan

Iklan

Budaya Mentawai Masuk Kelas, UNP Dukung Penyusunan Silabus Sekolah

Jumat, 21 Agustus 2026 | 11:02 WIB


MENTAWAI, pasbana — Upaya menjaga identitas budaya Mentawai kini didorong masuk ke ruang kelas. Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai tengah menyusun silabus muatan lokal Budaya Mentawai (BUMEN) untuk pendidikan dasar dengan dukungan akademisi dari Universitas Negeri Padang (UNP).

Langkah ini diharapkan membuat pengetahuan, nilai, dan kekayaan budaya Mentawai tidak sekadar diwariskan secara lisan, tetapi menjadi bagian terstruktur dari proses pembelajaran. Penyusunan silabus juga diproyeksikan menjadi fondasi penerapan pendidikan budaya di berbagai jenjang sekolah.

Kolaborasi untuk Merawat Identitas


Penyusunan silabus dilakukan melalui Workshop Muatan Lokal Pendidikan Dasar Budaya Mentawai yang digelar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kepulauan Mentawai pada 13–15 Agustus 2026 di Tuapeijat, Sipora Utara. Kegiatan tersebut melibatkan guru sekolah dasar, pelaku seni budaya, komunitas budaya, serta sejumlah akademisi dan praktisi.

UNP mengirim dosen Departemen Sendratasik Fakultas Bahasa dan Seni, Dr. Firnando Sabetra, M.Pd., sebagai narasumber. Ia membawakan materi bertajuk Merawat Identitas dan Menanam Karakter, yang menempatkan pendidikan budaya sebagai instrumen penting untuk membangun karakter sekaligus memperkuat jati diri masyarakat Mentawai.

Workshop juga menghadirkan Dr. Juniator Tulius, Fransiska Eka Trilestari, Mardoni, Yosef Sagari, serta Tarida Hernawati Elisabeth S. dari Yayasan Citra Mandiri. Peserta kemudian menyusun rancangan silabus untuk Fase A, B, dan C melalui diskusi kelompok dan pleno dengan pendampingan para narasumber.

Akan Diterapkan hingga SMA


Wakil Bupati Kepulauan Mentawai Jakop Saguruk mengatakan materi pembelajaran BUMEN harus dirancang berdasarkan kebutuhan dan kesepakatan daerah. Program ini menjadi salah satu agenda prioritas pemerintah daerah bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.

Bupati Kepulauan Mentawai Rinto Wardana menegaskan, pengembangan BUMEN menjadi perhatian pemerintah untuk diterapkan secara bertahap pada jenjang PAUD, pendidikan dasar, SMP hingga SMA.
Melalui pendekatan tersebut, pelestarian budaya diharapkan berjalan seiring dengan perkembangan pendidikan modern.

Pemanfaatan teknologi dan informasi juga diproyeksikan memperkuat proses belajar agar generasi muda dapat mengenal budayanya melalui metode yang lebih relevan.

Keterlibatan UNP memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah dalam menghadirkan pendidikan berbasis budaya lokal. Pada akhirnya, sekolah diharapkan tidak hanya menjadi tempat transfer ilmu, tetapi juga ruang penting untuk menjaga identitas Mentawai agar tetap hidup lintas Makin tahu Indonesia. (*)

IKLAN

×
Kaba Nan Baru Update