Notification

×

Iklan

Iklan

Dana Pensiun Tipis, Sandwich Generation Makin Panjang

Minggu, 16 Agustus 2026 | 14:43 WIB


Pasbana - Bayangkan seseorang yang bekerja puluhan tahun, tetapi ketika memasuki usia pensiun justru masih menunggu transferan anak setiap bulan. Ironisnya, kondisi seperti ini bukan cerita langka. Bagi banyak keluarga Indonesia, masa tua belum tentu berarti berhenti dari urusan finansial.

Persoalannya bukan semata-mata karena orang tua tidak mau menabung. Penghasilan selama masa produktif kerap habis untuk kebutuhan rumah tangga, pendidikan anak, cicilan, hingga biaya kesehatan. Akibatnya, dana pensiun sering menjadi prioritas paling belakang.

Dampaknya bisa menjalar ke generasi berikutnya. Ketika orang tua tidak memiliki penghasilan yang cukup setelah pensiun, anak harus ikut menopang kebutuhan mereka. Inilah salah satu wajah sandwich generation, ketika seseorang harus membiayai anak sekaligus membantu orang tua.

Ada beberapa pelajaran penting bagi investor pemula:

• Jangan menunggu kaya untuk menyiapkan dana pensiun. Investasi sebaiknya dimulai ketika penghasilan sudah stabil, meski nominalnya kecil.

• Pisahkan dana pensiun dari tabungan biasa. Uang untuk kebutuhan jangka pendek sebaiknya tidak dicampur dengan investasi jangka panjang.

• Manfaatkan efek compounding. Investasi yang berkembang dan terus menghasilkan keuntungan dapat menjadi mesin pertumbuhan kekayaan dalam jangka panjang.

• Sesuaikan risiko dengan usia. Semakin dekat masa pensiun, strategi investasi idealnya semakin memperhatikan stabilitas dan perlindungan modal.

Fenomena ketergantungan finansial pada keluarga menunjukkan bahwa literasi keuangan dan perencanaan pensiun bukan sekadar urusan orang kaya. Justru, semakin terbatas penghasilan, semakin penting membuat rencana sejak dini.

Masa pensiun yang nyaman tidak dibangun dalam semalam. Mulailah dari angka yang realistis, konsisten berinvestasi, dan evaluasi secara berkala. Karena menyiapkan masa tua hari ini bukan hanya soal menjaga diri sendiri, tetapi juga mencegah beban finansial berpindah kepada anak di kemudian hari.(*)

IKLAN

×
Kaba Nan Baru Update