SOLOK SELATAN, pasbana — Air mata Sassarita, 44 tahun, menjadi gambaran harapan baru yang kini tumbuh bagi keluarga penerima bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Kabupaten Solok Selatan. Setelah sebelumnya tinggal menumpang bersama suami dan tiga anaknya, ia kini telah memiliki rumah yang layak untuk ditempati.
Sassarita menjadi satu dari 11 keluarga yang menerima penyerahan bantuan bedah rumah secara simbolis di Nagari Sako Selatan Pasir Talang, Kecamatan Sungai Pagu, Kamis (20/8/2026). Penyerahan itu sekaligus menandai tuntasnya program bedah rumah tahun 2026 dengan total 28 unit RTLH dibantu melalui Baznas Kabupaten Solok Selatan.
“Alhamdulillah, senang sekali rumah saya sudah selesai dan sudah bisa saya tempati bersama keluarga,” kata Sassarita dengan mata berkaca-kaca.
Wakil Bupati Solok Selatan Yulian Efi mengatakan bantuan rumah tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik. Rumah yang layak, menurutnya, menjadi fondasi penting bagi keluarga untuk membangun kehidupan yang lebih aman, sehat, dan bermartabat.
“Program ini bukan hanya memperbaiki bangunan secara fisik, tetapi juga menghadirkan rasa aman, nyaman, sehat, dan meningkatkan martabat keluarga,” ujarnya.
Ia meminta penerima manfaat merawat rumah yang telah dibangun serta menjadikannya ruang untuk membangun masa depan keluarga.
Program tersebut juga mendapat dukungan Kodaeral II Padang. Komandan Kodaeral II Padang, Laksda Sarimpunan Tanjung, menilai pembangunan rumah layak huni merupakan bagian dari upaya meringankan beban masyarakat.
Kolaborasi Pemkab Solok Selatan dan Kodaeral II ini merupakan kali kedua. Sebelumnya, keduanya bekerja sama dalam pembangunan irigasi sawah dan jalan masyarakat.
Bagi Sassarita, pembangunan 28 rumah tahun ini bukan sekadar capaian angka. Bagi keluarganya, rumah baru itu menjadi titik awal kehidupan yang lebih layak.(*)




