Notification

×

Iklan

Iklan

Harga Pangan Bergerak Naik, Ayam hingga Minyak Goreng Ikut Terkerek

Selasa, 25 Agustus 2026 | 19:13 WIB


Pasbana – Harga sejumlah bahan pangan kembali menunjukkan tren kenaikan pada Selasa (25/8/2026). Kenaikan terjadi pada komoditas protein hewani, gula, bawang putih, hingga seluruh kategori minyak goreng.

Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional Bank Indonesia hingga pukul 15.05 WIB, kenaikan paling mencolok terjadi pada harga daging ayam ras segar yang melonjak hampir 7 persen menjadi Rp44.650 per kilogram. 

Daging Ayam Pimpin Kenaikan


Harga daging ayam ras segar naik 6,95 persen dibandingkan posisi sebelumnya. Lonjakan ini menjadi perhatian karena ayam merupakan salah satu sumber protein yang paling banyak dikonsumsi masyarakat.

Selain ayam, harga daging sapi juga mengalami penguatan. Daging sapi kualitas I naik 1,35 persen menjadi Rp153.450 per kilogram, sedangkan kualitas II meningkat 2,11 persen menjadi Rp145.450 per kilogram.

Kenaikan harga turut terjadi pada kebutuhan rumah tangga lainnya. Bawang putih ukuran sedang naik 0,62 persen menjadi Rp40.450 per kilogram. Sementara gula pasir kualitas premium bertambah 1,23 persen hingga mencapai Rp20.550 per kilogram. 

Minyak Goreng Ikut Menanjak


Tekanan harga juga terlihat pada seluruh kategori minyak goreng yang dipantau PIHPS Nasional. Minyak goreng curah berada di kisaran Rp21.850 per kilogram.
Harga minyak goreng kemasan bermerek kategori I tercatat Rp24.650 per kilogram, sedangkan minyak goreng bermerek kategori II mencapai Rp23.600 per kilogram.

Pergerakan harga tersebut menunjukkan bahwa tekanan tidak hanya terjadi pada satu kelompok pangan. Konsumen menghadapi kenaikan harga secara bersamaan pada komoditas protein hewani, bahan dapur, gula, dan minyak goreng.

Data PIHPS mencatat harga rata-rata dari berbagai wilayah sehingga harga di tingkat pasar dapat berbeda menurut daerah. Perbedaan pasokan, biaya distribusi, serta kondisi pasar lokal menjadi sejumlah faktor yang dapat memengaruhi harga di lapangan.

Pergerakan harga pangan pada akhir Agustus ini menjadi indikator penting yang perlu terus dipantau, terutama karena kenaikan komoditas kebutuhan sehari-hari berpotensi menambah beban pengeluaran rumah tangga. (*)

IKLAN

×
Kaba Nan Baru Update