Notification

×

Iklan

Iklan

Kebanyakan Makan Tepung, Ini Dampaknya bagi Rasa Lapar dan Energi Tubuh

Selasa, 25 Agustus 2026 | 18:28 WIB


Pasbana - Makanan berbahan tepung kerap menjadi pilihan karena praktis, gurih, dan mudah ditemukan. Mulai dari gorengan, bakwan, cireng, risol hingga aneka jajanan modern, makanan ini bisa terasa mengenyangkan dalam waktu singkat. Namun, konsumsi berlebihan berpotensi memengaruhi rasa kenyang dan energi tubuh.

Dokter gizi dr Yaze mengingatkan, makanan bertepung yang rendah serat dan protein dapat membuat rasa lapar datang kembali lebih cepat. Kondisi ini perlu menjadi perhatian, terutama bagi masyarakat yang menjadikan gorengan dan camilan tepung sebagai bagian dari pola makan harian.

Cepat Lapar dan Keinginan Ngemil Meningkat


Makanan yang didominasi karbohidrat sederhana umumnya lebih cepat dicerna tubuh. Berbeda dengan makanan yang mengandung karbohidrat kompleks, serat, dan protein, komponen tersebut dapat membantu memperlambat proses pencernaan serta mendukung rasa kenyang lebih lama.

Ketika makanan bertepung dikonsumsi dengan kandungan serat dan protein yang minim, tubuh lebih cepat menyerap karbohidrat. Akibatnya, rasa kenyang tidak bertahan lama dan keinginan untuk kembali makan atau ngemil dapat meningkat.

"Kalau misalnya sering makan yang digoreng dan bertepung kayak gini, yang pertama karena tepung itu kan karbohidrat simpleks tadi. Jadi pasti akan bikin kamu cepat lapar lagi," ujar dr Yaze.

Kebiasaan mengonsumsi camilan tepung berulang kali juga dapat membuat asupan kalori harian meningkat. Porsi kecil yang dimakan berkali-kali berpotensi menyumbang energi dalam jumlah cukup besar.

Mengantuk dan Lemas Setelah Makan


Efek lain yang dapat muncul adalah rasa mengantuk, lemas, atau sulit berkonsentrasi. Karbohidrat yang cepat diserap dapat meningkatkan kadar glukosa darah setelah makan, kemudian tubuh merespons dengan mengeluarkan insulin untuk membantu glukosa masuk ke dalam sel.

Pada sebagian orang, perubahan kadar glukosa dan respons insulin tersebut dapat disertai penurunan energi. Namun, rasa kantuk setelah makan tidak hanya dipengaruhi gula darah. Jumlah makanan, komposisi nutrisi, dan respons tubuh masing-masing individu juga berperan.

Menurut dr Yaze, kombinasi makanan tinggi karbohidrat dan lemak dapat memperkuat rasa tidak bertenaga. Tepung yang digoreng dalam banyak minyak juga membuat makanan lebih padat energi.

Karena itu, konsumsi makanan berbahan tepung sebaiknya tidak berlebihan. Menambahkan sumber protein, serat, serta membatasi gorengan dapat menjadi salah satu cara menjaga pola makan tetap lebih seimbang.(*)

IKLAN

×
Kaba Nan Baru Update