Notification

×

Iklan

Iklan

Ada Gaji Guru PAUD 50 Ribu Rupiah, Bunda PAUD Sumbar Minta Bupati/Walikota Lebih Peduli

24 Agustus 2021 | 19:05 WIB Last Updated 2021-08-24T12:05:44Z


Padang  - Sebagian besar guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) hingga saat ini masih terus berjuang untuk mendapatkan penghasilan yang layak. Profesi yang pada satu sisi dituntut berkualitas, namun kesejahteraannya belum mendapat perhatian optimal. Bahkan tidak sedikit guru PAUD yang masih digaji Rp50 Ribu hingga Rp100 Ribu perbulan.

Keprihatinan itu diungkapkan Bunda PAUD Provinsi Sumatera Barat (Barat) Ny. Harneli Mahyeldi, di sela pengukuhan Bunda PAUD Sumbar oleh Gubernur Mahyeldi dan dihadiri sejumlah bupati dan walikota, di Auditorium Gubernuran Senin (23/8/2021).

Menurut Bunda PAUD yang akrab disapa Ummi Harneli ini,  di samping pengembangan secara kelembagaan, guru yang menjadikan anak-anak berkualitas, berkarakter, juga harus disiapkan untuk mencapai tujuan pendidikan PAUD yang berkualitas.

Ummi Harneli berharap kepala daerah di Sumbar agar meningkatkan kepedulian dan perhatian pada tenaga PAUD, terutama dari sisi anggaran di daerah masing-masing.

"Pada bapak bupati walikota berikanlah anggaran untuk PAUD-PAUD kita supaya tenaga pendidik kita lebih mendapat perhatian. Masih ada gajinya yang Rp50 Ribu sampai Rp100 Ribu perbulan supaya diperhatikan agar tenaga pendidik dan tenaga kependidikan kita lebih berkualitas," ujar Ummy Harneli.

Selain kesejahteraan tenaga pendidik, dalam kesempatan yang sama Ummi Harneli juga menyampaikan beberapa persoalan yang harus menjadi perhatian pemerintah daerah melalui Bunda PAUD di kabupaten/kota di antaranya masih adanya anak usia dini (5-6 th) belum mendapatkan layanan PAUD.

"Perlu juga diperhatikan anak-anak usia dini dalam rentang layanan PAUD yang kurang mendapatkan perlindungan, kasih sayang, pendidikan, mengalami beban psikologis, anak jalanan, KDRT, dan berbagai kondisi lain perlu mendapatkan perhatian kita melalui program-program yang membuat mereka mendapatkan hak-hak kehidupan yang layak seperti anak-anak lainnya," kata Ummi.

Sementara itu, terkait kelembagaan PAUD, menurut Ummi Harneli, perlu pengembangan, peningkatan, dan pembaharuan menuju layanan PAUD berkualitas melalui kegiatan peningkatan mutu pembelajaran, kualitas parenting dalam keluarga, serta menyediakan sarana prasarana belajar yang memadai.

Ummi menjelaskan bahwa Layanan PAUD berkualitas dan pengembangan PAUD holistik integratif adalah dua kalimat kunci terhadap permasalahan-permasalahan anak-anak PAUD dan tenaga pendidik dan kependidikan.

"Usia emas PAUD ini adalah peletakkan dasar. Kalau pondasi kita kuat, kokoh maka yakinlah anak-anak PAUD sekarang akan menjadi pemimpin dimasa yang akan datang. Kalau kita berhasil memberikan contoh teladan, kejujuran, ketaatan, kedisiplinan, akhlak yang baik, maka insyaallaah anak-anak kita akan jadi anak yang baik juga," tutup Ummi.(rel)