Notification

×

Iklan

Iklan

Ditengah Keterbatasan Sarpras, Sekolah di Mentawai Terus Tingkatkan Mutu

08 Oktober 2021 | 19:51 WIB Last Updated 2021-10-08T12:52:22Z


Mentawai -Farel Pratama, siswa SMPN 4 Siberut Utara di Desa Malancan, Mentawai mulai teratur mengarahkan kursor di layar monitor komputer yang ada di depannya. Jawaban soal yang menurutnya benar sudah diklik dengan benar.


Jauh berbeda pada hari pertama pelaksanaan Asesmen Nasional Berbasis Komputer tingkat SMP (Sekolah Menegah Pertama) pada Selasa (5/10/2021). Pada pelaksanaan hari pertama sebagai uji coba perkenalan perangkat alat yang akan digunakan, kondisi terlihat kacau.


"Sama saya menggeser mouse (tetikus) itu sulit karena seperti tidak bergerak meski saya geser. Ternyata harus ditekan biar panahnya bergerak," katanya dikutip dari Mentawaikita.com, Jumat (8/10/2021).


Sementara Karno, siswa lainnya yang ikut ujian ANBK pada sesi pertama untuk SMPN 4 Siberut Utara memang melihat laptop dan komputer sudah biasa baik di sekolah yang dipakai oleh guru maupun di kantor desa.


"Hanya memakainya yang belum pernah sehingga awal saya sangat kaku," katanya.


Demikian halnya yang dirasakan Wilson, siswa lainnya. Dia yang mengikuti ujian pada sesi ke dua di hari terakhir semakin percaya diri dalam mengoperasikan monitor yang ada di depannya.


"Makin mantap. Saya baca lalu klik pilihan dan masuk ke soal berikutnya," jelasnya dengan semangat.


Kepala SMPN 4 Siberut Utara, Bermen A Edison mengakui mengikuti ujian ANBK pertama kalinya kesulitan dan kekalutan tak hanya dirasakan dan dialami oleh siswa. Namun pihak sekolah ikut bingung dengan segala keterbatasan sarana dan prasarana yang dibutuhkan.


"Yang pertama untuk mengikuti ANBK ini semua perangkat yang dibutuhkan tidak ada di sekolah dan lingkungan sekolah. Misalnya komputer, jaringan internet serta perangkat lainnya," katanya.


Komputer merupakan barang asing yang dipakai dan dioperasikan oleh siswa, meski sudah pernah dilihat. Namun karena perangkat ini tidak ada di sekolah sehingga siswa tidak pernah menggunakan alat tersebut meski dalam kurikulum K13 semua mata pelajaran bersanding dengan penggunaan teknologi seperti komputer.


"Di sekolah kami jaringan listrik tidak ada. Tentunya harus pengadaan mesin diesel sekolah, komputer, jaringan internet serta ruang komputer," katanya.


Pengalaman pertama ini dikatakan Bermen Alfa Edison menjadi pengalaman yang sangat penting. Usulan ke Dinas Pendidikan untuk pengadaan sarana dan prasarana pendukung untuk mengikuti ujian berbasis komputer harus dibenahi sehingga tak lagi menumpang di sekolah lain dan siswa dapat mengoperasikan sarana dan prasarana yang ada.


"Karena tahun ini semua fasilitas yang diperlukan untuk ANBK ini tidak ada maka kami menumpang di SMAN 1 Siberut Utara," katanya.


Hal yang sama diakui Kepala SMPN 3 Siberut Utara yang ada di Desa Sotboyak. Pada pelaksanaan uji coba menggunakan perangkat yang digunakan, 12 orang siawa yang mengikuti ujian ANBK berkeringat dingin saat berada di depan komputer karena mengoperasikan komputer dan mengikuti ujian berbasis komputer masih hal yang sangat baru.


"Karena melihat kekurangan ini makanya kami mengambil waktu satu hari untuk mendemokan penggunaan perangkat yang digunakan," katanya.


Karena tidak adanya sarana dan prasarana pendukung pelaksanaan ANBK di sekolah, SMPN 3 Siberut Utara memilih bergabung ujian di SMPN 1 Siberut Utara. Sehingga untuk ANBK di wilayah Korwil Kecamatan Siberut Utara dipusatkan di dua titik di pusat kecamatan, diantaranya di SMAN 1 Siberut Utara yaitu SMPN 2 Siberut Utara yang ada di Sirilogui dan SMPN 4 Siberut Utara yang ada di Malancan. Sedangkan di SMPN 1 Siberut Utara yang bergabung adalah SMPN 1 Siberut Utara, SMPN 3 Siberut Utara dan SMPN 2 Siberut Barat yang ada di Sigapokna.


Asesmen Nasional adalah program evaluasi yang diselenggarakan oleh Kemendikbud untuk meningkatkan mutu pendidikan dengan memotret input, proses dan output pembelajaran di sekolah satuan pendidikan. Bentuk soal yang dikerjakan oleh siswa ada pilihan ganda, pilihan ganda kompleks, menjodohkan, isian singkat dan uraian.


Asesmen nasional itu sendiri terdiri dari tiga instrumen, yaitu asesmen kompetensi minimum yang mengukur literasi membaca dan literasi matematika murid, survei karakter yang mengukur sikap, nilai, keyakinan dan kebiasaan yang mencerminkan karakter murid serta survei lingkungan belajar yang mengukur kualitas berbagainaspek input dan proses belajar mengajar di kelas maupun di tingkat satuan pendidikan. ( Sumber: mentawaikita)