Notification

×

Iklan

Iklan

Koto Gadih: Harmoni Sawah, Gunung, dan Kehangatan Nagari di Kaki Marapi

31 Januari 2026 | 18:05 WIB Last Updated 2026-01-31T11:05:23Z


Pasbana - Di tengah geliat pariwisata yang kian modern, Koto Gadih hadir sebagai pengingat bahwa keindahan sejati sering kali tersembunyi di tempat-tempat yang sunyi. 

Berada di wilayah Nagari Limo Kaum, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, kawasan ini menawarkan pengalaman wisata yang autentik—alami, tenang, dan jauh dari hiruk-pikuk kota.

Hamparan sawah hijau membentang sejauh mata memandang, menjadi pemandangan utama yang langsung menyambut siapa pun yang datang. Pola petak sawah yang rapi, berpadu dengan garis horizon pegunungan, menciptakan lanskap yang menenangkan sekaligus memanjakan mata. 

Di kejauhan, Gunung Marapi berdiri gagah, seolah menjadi penjaga setia nagari yang telah hidup berdampingan dengan alam selama ratusan tahun.




Udara di Koto Gadih terasa sejuk dan bersih—sesuatu yang kini semakin langka. Angin pegunungan berembus pelan, membawa aroma tanah basah dan padi muda. Suasana pedesaan yang tenang membuat waktu seakan melambat, memberi ruang bagi pengunjung untuk benar-benar beristirahat, bukan sekadar berlibur.

Lebih dari sekadar panorama, Koto Gadih menyimpan nilai budaya dan filosofi hidup masyarakat Minangkabau. Nagari ini tumbuh dengan prinsip adat basandi syarak, syarak basandi Kitabullah, di mana alam bukan hanya ruang hidup, tetapi juga bagian dari identitas. Tidak heran jika sawah, ladang, dan rumah gadang tertata selaras dengan lingkungan sekitarnya.




Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Barat, kawasan Tanah Datar dikenal sebagai salah satu daerah dengan bentang alam pertanian terluas dan terawat, sekaligus memiliki potensi besar untuk pengembangan wisata berbasis alam dan budaya

Sejalan dengan itu, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) juga mendorong pengembangan desa wisata yang mengedepankan keaslian alam, tradisi, serta keterlibatan masyarakat lokal—semua unsur yang dimiliki Koto Gadih.

Bagi para pencinta alam, fotografer lanskap, hingga wisatawan yang mendambakan ketenangan, Koto Gadih adalah destinasi yang menawarkan pengalaman berbeda.

Tidak ada gemerlap lampu kota, tidak pula wahana buatan. Yang ada hanyalah kejujuran alam, keramahan warga, dan pemandangan yang menyembuhkan rasa lelah.

Di saat banyak destinasi berlomba tampil megah, Koto Gadih justru menonjol lewat kesederhanaannya. Sebuah permata tersembunyi di kaki Marapi, yang menunggu untuk ditemukan—dan dirasakan—dengan perlahan. Makin tahu Indonesia.
(*)

IKLAN

×
Kaba Nan Baru Update