Notification

×

Iklan

Iklan

Membaca Orderbook Saham: Cara “Mengintip” Uang Besar dan Tetap Tenang Saat Trading

08 Januari 2026 | 11:13 WIB Last Updated 2026-01-08T04:13:49Z
 


Pasbana - Bayangkan pasar saham seperti pasar tradisional yang ramai. Ada pedagang besar dengan stok melimpah, ada pembeli kecil yang ikut-ikutan, dan ada momen ketika harga tiba-tiba melonjak atau jatuh. 

Di pasar saham, orderbook adalah papan besar yang memperlihatkan semua tawar-menawar itu secara real-time. Bagi trader, inilah “jendela” untuk membaca psikologi pasar.

Artikel ini akan membantu Anda memahami cara membaca orderbook saham, mendeteksi pergerakan bandar (uang besar), dan yang tak kalah penting, mengendalikan emosi saat trading—dengan bahasa sederhana, contoh nyata, dan tips yang bisa langsung dipraktikkan.

Banyak trader ritel di Indonesia masih mengandalkan “katanya”, grup chat, atau sinyal instan. Padahal, data paling jujur justru ada di depan mata: antrian beli dan jual di orderbook yang tersedia di aplikasi sekuritas pada perdagangan di Bursa Efek Indonesia. 

Jika dipahami dengan benar, orderbook membantu Anda:
  • Membaca sentimen pasar secara real-time
  • Menghindari jebakan saham gorengan
  • Mengambil keputusan lebih rasional, bukan emosional

1. Apa Itu Orderbook Saham dan Cara Membacanya


Orderbook (sering disebut bid/offer queue) adalah daftar semua pesanan beli dan jual yang belum tereksekusi.

Struktur dasarnya sederhana:
Bid (hijau) → antrian beli: harga yang bersedia dibayar pembeli, lengkap dengan jumlah lot

Offer (merah) → antrian jual: harga yang diminta penjual

Spread → selisih antara bid tertinggi dan offer terendah

Cara membaca paling mudah:
  • Jika volume bid jauh lebih besar daripada offer di harga tertentu → tekanan beli kuat, peluang naik lebih besar
  • Jika offer menumpuk besar → tekanan jual dominan
  • Spread kecil → saham likuid, transaksi mudah
  • Spread lebar → saham sepi, rawan lonjakan tak wajar

Analogi singkatnya:
Jika banyak orang antre membeli bakso di harga tertentu, kemungkinan penjual akan menaikkan harga. Begitu pula saham.

Untuk pendalaman, trader biasanya mengombinasikan orderbook dengan foreign buy/sell dan broker queue agar gambaran lebih lengkap.

2. Depth Chart: Peta Cepat Kekuatan Beli dan Jual


Jika orderbook adalah daftar angka, depth chart adalah peta visualnya.

  • Hijau: akumulasi bid (beli)
  • Merah: akumulasi offer (jual)

Depth chart memudahkan Anda melihat:
  • Buy wall → dinding beli besar (potensi support)
  • Sell wall → dinding jual besar (potensi resistance)

Dengan satu pandangan, trader bisa menilai apakah saham sedang “ditahan” atau justru “ditekan”.


3. Cara Mendeteksi Bandar (Uang Besar) di Saham


Di pasar saham Indonesia, istilah bandar merujuk pada institusi atau pemain besar yang memiliki modal dan volume transaksi signifikan.

Tanda-tanda bandar aktif:
  • Buy wall besar muncul di area support → indikasi akumulasi
  • Sell wall besar di resistance → indikasi distribusi
  • Broker summary menunjukkan satu atau dua broker dominan net buy
  • Wall muncul lalu menghilang cepat (spoofing) untuk menggiring psikologi pasar
  • Foreign net buy besar saat harga turun → akumulasi diam-diam

Prinsip penting:
Jangan melawan bandar. Trader ritel yang melawan arus besar biasanya kelelahan sendiri.

Jika broker top menunjukkan net buy konsisten, menunggu konfirmasi (misalnya breakout) jauh lebih bijak daripada berspekulasi.


4. Mengendalikan Emosi: Faktor Penentu Profit Jangka Panjang


Banyak profesional sepakat: trading itu 80% psikologi, 20% teknis.

Emosi yang paling sering menjebak trader:
  • Fear → cut loss terlalu cepat
  • Greed → terlalu lama menahan saham spekulatif
  • FOMO → beli di puncak harga
  • Revenge trading → balas dendam setelah rugi
  • Ego → merasa paling tahu arah bandar

Cara mengatasinya secara praktis:

-Buat trading plan jelas: entry, exit, dan risiko maksimal (umumnya 1–2% per transaksi, disesuaikan profil risiko).

-Gunakan jurnal trading: catat alasan entry dan kondisi emosi.

-Disiplin risk management: stop loss dan position sizing wajib.
  • Ambil jeda saat emosi tinggi—baik saat euforia pasar atau panik ketika indeks seperti IHSG bergejolak.
  • Belajar dari rugi, bukan menyalahkan pasar atau bandar.

Ingat, trading adalah maraton, bukan lomba cepat kaya.

Data Penting, Emosi Menentukan


Orderbook dan broker summary adalah cermin psikologi pasar saham Indonesia.

Dengan membaca keduanya secara tepat, trader bisa memahami ke mana arah uang besar bergerak. Namun, semua keunggulan analisis akan sia-sia jika kalah oleh emosi sendiri.

Trader yang bertahan lama bukan yang paling jago menebak, melainkan yang paling disiplin.
(*)

IKLAN

×
Kaba Nan Baru Update