Notification

×

Iklan

Iklan

Harga Pangan 24 Agustus 2026: Beras, Ayam, dan Telur Naik

Senin, 24 Agustus 2026 | 15:14 WIB


JAKARTA, pasbana Harga sejumlah kebutuhan pokok kembali bergerak naik pada awal pekan, Senin (24/8/2026). Kenaikan terjadi pada berbagai komoditas yang banyak dikonsumsi rumah tangga, mulai dari beras, telur, daging ayam, daging sapi hingga sejumlah jenis cabai.

Data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional menunjukkan tekanan harga terjadi di sejumlah kelompok pangan secara bersamaan. Pergerakan ini membuat masyarakat perlu memperhatikan perubahan harga bahan kebutuhan sehari-hari.

Beras menjadi salah satu komoditas yang mengalami kenaikan. Harga rata-rata beras kualitas bawah II naik 1 persen menjadi Rp14.650 per kilogram.

Kenaikan juga terjadi pada beras kualitas medium I yang naik 0,61 persen menjadi Rp16.500 per kilogram. Sementara beras medium II meningkat 1,24 persen menjadi Rp16.300 per kilogram.

Untuk kelas premium, harga beras kualitas super II naik 0,56 persen menjadi Rp17.250 per kilogram. Namun, pergerakan harga tidak terjadi secara merata. Beras kualitas bawah I justru turun 0,34 persen menjadi Rp14.800 per kilogram, sedangkan beras kualitas super I bertahan di Rp17.750 per kilogram.

Kenaikan juga menyentuh sumber protein hewani. Harga telur ayam ras segar naik tipis 0,17 persen menjadi Rp29.250 per kilogram.

Harga daging ayam ras segar meningkat lebih tinggi, yakni 1,69 persen menjadi Rp42.000 per kilogram. Adapun daging sapi kualitas I naik 0,77 persen menjadi Rp151.450 per kilogram.

Sementara harga daging sapi kualitas II bertambah 0,38 persen dan berada di level Rp142.500 per kilogram.

Selain beras dan protein hewani, harga cabai turut mengalami kenaikan. Pergerakan harga berbagai kebutuhan pokok ini menunjukkan pasar pangan masih menghadapi fluktuasi pada awal pekan.

Perubahan harga pangan menjadi perhatian karena berkaitan langsung dengan pengeluaran rumah tangga. Kenaikan yang terjadi secara bersamaan pada bahan pokok berpotensi menambah beban belanja, terutama bagi masyarakat yang sangat bergantung pada komoditas tersebut untuk konsumsi harian.

Berdasarkan data yang dirangkum pada Senin pagi, dinamika harga pangan nasional masih akan menjadi faktor penting yang perlu dipantau seiring perkembangan pasokan dan distribusi di berbagai daerah. (*)

IKLAN

×
Kaba Nan Baru Update