Notification

×

Iklan

Iklan

Kasidah Buka Mauluik Gadang Padang Pariaman, 13 Kecamatan Berpartisipasi

Minggu, 23 Agustus 2026 | 13:38 WIB
 


PARIT MALINTANG, pasbana— Padang Pariaman Mauluik Gadang 2026 resmi dimulai dengan semarak lantunan kasidah dan tabuhan rebana di halaman Masjid Raya Ali Mukhni, IKK Parit Malintang, Minggu (23/8/2026). Kegiatan ini menjadi pembuka rangkaian peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Kabupaten Padang Pariaman.

Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman membuka rangkaian perayaan tersebut melalui Lomba Kasidah Rebana dan Lomba Bintang Kasidah tingkat kabupaten. Peserta dari berbagai kecamatan tampil membawa seni bernuansa Islami sekaligus memperkuat fungsi budaya lokal sebagai sarana dakwah.

Bupati Padang Pariaman John Kenedy Azis membuka secara resmi kedua perlombaan tersebut. Ia menegaskan bahwa kasidah memiliki peran yang lebih luas daripada sekadar hiburan karena mengandung pesan moral dan nilai-nilai keagamaan.

“Kasidah rebana merupakan salah satu warisan seni budaya tradisional yang harus kita lestarikan. Kasidah menampilkan lagu-lagu bernuansa Islami sekaligus menyampaikan pesan moral kepada masyarakat melalui lagu,” kata John Kenedy Azis.

Menurut Bupati, perlombaan tersebut juga menjadi ruang pertemuan masyarakat lintas kecamatan sekaligus wadah untuk menemukan dan mengembangkan potensi, terutama generasi muda, dalam seni keagamaan.

Ia menyebut ajang tersebut sebagai bagian dari upaya memperkuat karakter religius masyarakat. “Ini bukan hanya sekadar program atau perlombaan. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi dan wadah untuk menggali potensi masyarakat di bidang agama,” ujarnya.

Pada tahun ini, Lomba Kasidah Rebana diikuti 13 dari total 17 kecamatan di Padang Pariaman. Sementara Lomba Bintang Kasidah mencatat partisipasi 14 kecamatan pada kategori putra dan 15 kecamatan pada kategori putri.

John Kenedy berharap jumlah peserta dapat terus meningkat sehingga seluruh kecamatan berpartisipasi pada pelaksanaan berikutnya. Pemerintah daerah juga mendorong keterlibatan aktif masyarakat dalam berbagai program keagamaan sebagai bagian dari visi menjadikan Padang Pariaman sebagai daerah religius.

Rangkaian Mauluik Gadang tahun ini diharapkan tidak berhenti pada seremoni peringatan Maulid Nabi. Kegiatan tersebut juga menjadi momentum merawat tradisi, memperkuat persaudaraan, serta menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap seni dan budaya Islami.
(*).

IKLAN

×
Kaba Nan Baru Update