Pesisir Selatan, pasbana — Jenazah Rayhan Eriyandi (21), mahasiswa Institut Seni Indonesia (ISI) Padangpanjang yang ditemukan meninggal setelah terseret ombak di Pantai Labuang Baruak, Pesisir Selatan, akhirnya dimakamkan di kampung halamannya di Rokan Hilir, Riau.
Rayhan dimakamkan di pemakaman keluarga di Desa Gelora, Kecamatan Bagan Sinembah, Minggu (23/8/2026), sekitar pukul 10.00 WIB. Jenazah sebelumnya tiba di rumah duka sekitar pukul 07.15 WIB setelah menempuh perjalanan dari Sumatera Barat.
Sebelum diberangkatkan ke Riau, jenazah Rayhan lebih dulu dibawa dari RSUD M. Zein Painan ke ISI Padangpanjang. Ratusan mahasiswa, pimpinan kampus, dosen, dan sivitas akademika mengiringi pelepasan jenazah setelah pelaksanaan salat jenazah.
Rayhan ditemukan tim SAR gabungan pada Sabtu (22/8/2026) sekitar pukul 10.50 WIB, setelah empat hari pencarian. Korban ditemukan sekitar satu mil laut dari lokasi awal kejadian dan langsung dievakuasi ke RSUD M. Zein Painan.
Mahasiswa ISI Padangpanjang tersebut sebelumnya dilaporkan terseret ombak saat berada di Pantai Labuang Baruak, Kecamatan Batang Kapas, Rabu (19/8/2026) sore. Ia merupakan bagian dari rombongan mahasiswa yang baru menyelesaikan program KKN di wilayah tersebut.
Pemerintah Nagari Koto Nan Duo menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur yang terlibat dalam pencarian, mulai dari tim SAR, BPBD, TNI-Polri, instansi pemerintah, tenaga kesehatan, nelayan, relawan, hingga masyarakat.
Dengan ditemukannya Rayhan, operasi pencarian resmi diakhiri. Peristiwa ini meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, sivitas akademika ISI Padangpanjang, serta masyarakat yang mengikuti proses pencarian sejak hari pertama.(*)




